ORIENTASI KAP BAGI KADER POSYANDU

Administrator 18 Agustus 2022 11:00:28 WIB

Stunting merupakan  kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak  akibat kekurangan  gizi dalam waktu yang lama. Stunting dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari sulitnya akses terhadap makanan yang bergizi dan aman, rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai gizi sejak 1000 hari pertama kehidupan, hingga tingginya  tingkat pernikahan  di bawah umur. Salah satu strategi untuk menurunkan stunting  adalah dengan melaksanakan Komunikasi Antar Pribadi. Metode KAP ini bertujuan untuk menyusun pesan kunci , pendekatan komunikasi, dan saluran komunikasi yang paling sesuai dengan konteks lingkungan masyarakat tersebut.  Diharapkan  dengan menggunakan metode ini, masyarakat  lebih  bisa menerima pesan ajakan untuk merubah perilaku yang dapat  mencegah  stunting.   Metode Komunikasi Antar Pribadi  berupa komunikasi tatap muka, verbal maupun non verbal. Dapat berupa satu individu ke satu individu, satu individu ke banyak orang, bahkan dari kelompok ke kelompok.

Menyikapi hal ini, maka UPT Puskesmas Rakit 1 dan 2 menginisiasi pelaksanaan kegiatan Orientasi Pertumbuhan dan Komunikasi Antar Personal (KAP) pada hari kamis 18 agustus 2022 di Aula Puskesmas Rakit 1 yang dihadiri oleh perwakilan kader Posyandu se Kecamatan Rakit ini menghadirkan narasumber dari UPT Puskesmas Rakit 1 & 2. 

Dalam pertemuan ini peserta diajak untuk mempraktikan berbagai metode komunikasi yang menyenangkan, dua  arah dan mudah  dipahami  dengan memanfaatkan berbagai media yang ada seperti leaflet, spidol, poster dan kertas post it. Peserta juga diajak untuk mempraktikan cara  melakukan komunikasi secara verbal maupun nonverbal, cara bertanya  dengan baik, dan cara mendengarkan secara aktif. Selain itu, peserta juga melakukan berbagai permainan yang nantinya  bisa dipraktekan  di masyarakat untuk memecah kebekuan dan sebagai media komunikasi penyampaian pesan yang lebih efektif.

Dengan pertemuan orientasi komunikasi antar pribadi ini diharapkan  dapat menambah pengetahuan dan keterampilan petugas dalam mengedukasi masyarakat sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran, dan dengan mempertimbangkan konteks budaya dan kearifan lokal. Harapannnya petugas dapat mempraktikan metode komunikasi antar pribadi, sehingga dapat menyampaikan pengetahuan mengenai stunting  dengan efektif seperti  perilaku prioritas percepatan pencegahan stunting yaitu konsumsi  Tablet  Tambah  Darah (TTD)  untuk  ibu hamil  dan  remaja, ibu melakukan pemberian makanan pada bayi dan anak (PMBA) secara tepat, melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), memberi asi eksklusif pada bayi 0 – 6 bulan, memberi makanan pendamping ASI dan makanan lokal dengan terus memberi ASI hingga anak berusia 2 tahun. Selain itu dari segi sanitasi  yaitu penggunaan  jamban sehat dan  cuci  tangan pakai  sabun juga sangat penting untuk  dilakukan.

Kegiatan  ini  sangat  mendukung untuk pencapaian SDGs nomor 2 yaitu  mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan , serta SDGs no 6 yaitu menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang. Harapannya dengan pelaksanaan KAP ini dapat  memudahkan  penyampaian pesan kepada masyarakat, dan masyarakat  dapat  menerima  dan melakukan perubahan  perilaku yang diinginkan seperti minum TTD secara rutin untuk ibu hamil dan remaja,  pemberian ASI ekslusif, pemberian makanan  yang bergizi seimbang pada anak dan lain sebagainya. Upaya tersebut harapannya dapat mendukung pencapaian target untuk  menurunkan  prevalensi stunting Balita menjadi 19.4% pada tahun 2024.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Sinergitas Program

Layanan Mandiri


Silahkan datang ke Kantor Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Desa Badamita